Friday, July 29, 2011

Kekang




Kekang

Aku tidak tahu tentang realita. Apa pun. Sama sekali.
Aku hanya tahu tentang mimpi.
Jadi jangan minta aku bersikap realistis.
Hanya untuk mengekang mimpiku. Aku bukan realis.

Aku tidak mau menyerah. Jangan paksa aku.
Aku mau terus berjuang. Jadi dukunglah aku.

Aku mau terus berjuang. Aku tidak mau berhenti.
Jadi jangan minta aku menjadi dewasa.
Hanya untuk menghentikan mimpiku. Aku bukan kau.
Aku tidak mau menyerah. Jangan hentikan aku.

Aku mau terus berjuang. Demi mimpi-mimpiku.
Aku mau menjadikannya realita.
Apa pun. Bagaimana pun. Kapan pun. Di mana pun.
Aku tidak mau berhenti. Aku mau terus berjuang.

Jadi dukunglah aku. Aku mau terus berjuang.
Jangan paksa aku. Aku tidak mau menyerah.
Aku tidak mau menyerahkan mimpiku.
Sampai kapan pun. Demi apa pun. Untuk siapa pun.

Jangan samakan aku dengan kau.
Hanya karena kau merelakan mimpimu pergi,
bukan berarti aku harus mengikuti setiap kerelaanmu.
Sebut saja aku ‘egois’, jika itu bisa menenangkanmu.

Itu tidak akan membuatku berhenti.
Jadi biarkan aku pergi.

Biarkan aku meraihnya dengan kedua tangan ini.
Biar aku bisa menjadikannya jawaban di waktu terakhir.
Biarkan aku menghilangkan rasa sesak hati ini.
Biar aku bisa bercerita tentangnya di detik terakhir.

Dikutip dari: In Silence. 2007.

No comments:

Post a Comment