Secarik Surat
Sabtu, 4 Mei 2001
Yang Terhormat,
Kita semua tahu dengan jelas bahwa tidak akan ada yang dapat melihat masa depan. Jalan hidupmu masih jauh terbentang di hadapanmu. Hidup ini bersifat kausal. Benar, tidak? Hari ini ada karena kemarin dan esok akan ada karena hari ini.
Kusarankan untuk berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Hidupmu di masa depan bergantung dengan sangat pada masa lalumu dan masa sekarangmu. Masa depan kita akan memperlihatkan hasil usaha kita dulu dan sekarang. Jika kamu menginginkan masa depan yang jauh lebih baik dari hari ini, maka berusahalah sekuat tenaga setiap hari. Lalui hari demi hari dengan keyakinan bahwa kamu pasti bisa meraihnya. Kamu pasti bisa meraih masa depan yang jauh lebih baik. Aku yakin sekali akan hal itu! Aku pun akan selalu mempercayaimu!
Jadi, camkanlah!
Keteguhan hatimu sangat dibutuhkan. Jangan sekalipun melupakan tujuan hidupmu. Pilihlah hal-hal yang membantumu mewujudkan tujuan itu. Jangan lupakan bahwa kamu juga harus menghargai dirimu sendiri. Kamu tidak perlu terlalu mengekang diri. Lakukanlah perlahan-lahan dengan pijakan kaki yang mantap, kuat, dan tak tergoyahkan! Kamu pasti bisa melakukannya!
Kamu pasti bisa!
Jadikan pengalaman hidup orang lain sebagai pelajaran untukmu. Kamu tidak perlu takut pada masa depan. Lakukan saja apa yang harus kamu lakukan hari ini dengan baik demi masa depanmu. Ketika masa depanmu itu hadir, kamu tahu bahwa kamu merasakan jerih payah dari usahamu sendiri dan kamu akan memiliki semua yang kamu inginkan.
Tenang dan bersabarlah. Aku yakin Tuhan telah mengetahui apa yang kamu inginkan dan butuhkan. Tuhan akan mengawasi setiap gerak-gerik dari usahamu. Aku sendiri tidak pernah meragukan balasan yang akan diberikan oleh-Nya. Jika Tuhan berpendapat bahwa usahamu berhak mendapat penghargaan, maka Ia pasti akan memberikannya sesuai dengan besar-kecilnya usahamu.
Rajin-rajinlah menemui dan berbicara kepada Tuhan. Kamu tahu Tuhan tidak akan pernah mengingkari janji jika kamu tidak mengingkari janjimu kepada-Nya. Aku yakin dan percaya kepadamu.
Percayalah.
Yakinlah.
Aku akan menantikan keberhasilanmu. Saat itu terjadi, aku akan memberikan tepuk tangan untukmu. Aku akan menjadi orang pertama yang akan mengucapkan selamat kepadamu.
Aku akan selalu berada di sini untuk mendukungmu.
Dengan penuh rasa hormat,
A&A
Sabtu, 4 Mei 2001
Yang Terhormat,
Kita semua tahu dengan jelas bahwa tidak akan ada yang dapat melihat masa depan. Jalan hidupmu masih jauh terbentang di hadapanmu. Hidup ini bersifat kausal. Benar, tidak? Hari ini ada karena kemarin dan esok akan ada karena hari ini.
Kusarankan untuk berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Hidupmu di masa depan bergantung dengan sangat pada masa lalumu dan masa sekarangmu. Masa depan kita akan memperlihatkan hasil usaha kita dulu dan sekarang. Jika kamu menginginkan masa depan yang jauh lebih baik dari hari ini, maka berusahalah sekuat tenaga setiap hari. Lalui hari demi hari dengan keyakinan bahwa kamu pasti bisa meraihnya. Kamu pasti bisa meraih masa depan yang jauh lebih baik. Aku yakin sekali akan hal itu! Aku pun akan selalu mempercayaimu!
Jadi, camkanlah!
Keteguhan hatimu sangat dibutuhkan. Jangan sekalipun melupakan tujuan hidupmu. Pilihlah hal-hal yang membantumu mewujudkan tujuan itu. Jangan lupakan bahwa kamu juga harus menghargai dirimu sendiri. Kamu tidak perlu terlalu mengekang diri. Lakukanlah perlahan-lahan dengan pijakan kaki yang mantap, kuat, dan tak tergoyahkan! Kamu pasti bisa melakukannya!
Kamu pasti bisa!
Jadikan pengalaman hidup orang lain sebagai pelajaran untukmu. Kamu tidak perlu takut pada masa depan. Lakukan saja apa yang harus kamu lakukan hari ini dengan baik demi masa depanmu. Ketika masa depanmu itu hadir, kamu tahu bahwa kamu merasakan jerih payah dari usahamu sendiri dan kamu akan memiliki semua yang kamu inginkan.
Tenang dan bersabarlah. Aku yakin Tuhan telah mengetahui apa yang kamu inginkan dan butuhkan. Tuhan akan mengawasi setiap gerak-gerik dari usahamu. Aku sendiri tidak pernah meragukan balasan yang akan diberikan oleh-Nya. Jika Tuhan berpendapat bahwa usahamu berhak mendapat penghargaan, maka Ia pasti akan memberikannya sesuai dengan besar-kecilnya usahamu.
Rajin-rajinlah menemui dan berbicara kepada Tuhan. Kamu tahu Tuhan tidak akan pernah mengingkari janji jika kamu tidak mengingkari janjimu kepada-Nya. Aku yakin dan percaya kepadamu.
Percayalah.
Yakinlah.
Aku akan menantikan keberhasilanmu. Saat itu terjadi, aku akan memberikan tepuk tangan untukmu. Aku akan menjadi orang pertama yang akan mengucapkan selamat kepadamu.
Aku akan selalu berada di sini untuk mendukungmu.
Dengan penuh rasa hormat,
A&A
No comments:
Post a Comment