Haiku dapat dikatakan sebagai puisi khas Jepang yang terdiri dari tiga baris dan setiap baris memiliki suku kata dengan urutan 5-7-5. Selain pakem tradisional, Haiku juga memiliki pakem yang lebih kontemporer, yaitu bebas.
Percobaan pertama saya dalam Haiku.
"Days and nights in between
Dreams and hopes in the wind
O, perilous journey for a grain"
Maksudnya sih, saya ingin menceritakan tentang bencana kelaparan yang menghantui hampir satu miliar orang di muka bumi ini. Mereka melalui siang dan malam, lalu membiarkan angin menghempas seluruh mimpi dan harapan mereka dalam perjalanan berbahaya demi sebutir padi.
Ini percobaan kedua dalam bahasa Jepang yang mengikuti pakem 5-7-5.
"汗濡れて
弱く震える
子の叫び"
"Ase nurete....Drenched in sweats
Yowaku furueru....Trembled weakly
Ko no sakebi....Cry of a child"
Masih seputar kelaparan dengan citra yang berbeda. Saya membayangkan seorang ibu dengan keringat menetes di keningnya, lalu ia bergemetar dengan lemah dan jatuh perlahan. Tak lama kemudian, terdengar suara seorang anak menjerit.
Pada awalnya, sulit sekali membuat Haiku dan sampai saat ini, prosesnya masih terasa sulit. Bagaimana caranya mengungkapkan satu hal dalam tiga baris dengan pola yang terstruktur? Bagaimana caranya memasukkan muatan emosi, visual, dan simbolis ke dalam tiga baris itu?
Saya rasa percobaan saya ini masih jauh dari apa yang sebenarnya disebut dengan Haiku dalam budaya Jepang. But hey, at least I tried.
Selamat mencoba!
Referensi:
No comments:
Post a Comment